Selasa, 10 Maret 2009

Pemerintah Dorong Tarif Internet Turun

Liputan6.com, Jakarta: Terinspirasi tren penurunan tarif telepon setahun lalu, pemerintah berniat menggunakan format serupa untuk tarif internet. Penggunaan jaringan bersama serta kemudahan birokrasi akan menjadi rangsangan bagi penyelenggara jasa internet untuk menurunkan harga. Pemerintah pun siap duduk bersama agar keinginan tersebut bisa terwujud

"Kita ingin menggunakan logika yang sama untuk internet," kata Mohammad Nuh, Menteri Komunikasi dan Informatika, di Jakarta, baru-baru ini. "Karena itu, kita ingin membuka jaringan baru, kita dorong kawan-kawan untuk memanfaatkan atau mengembangkan investasi baru sehingga market bertambah besar."

Rencana penurunan tarif disambut masyarakat. Apalagi, saat ini internet sudah menjadi kebutuhan yang tumbuh pesar mulai dari akses informasi, pekerjaan, maupun hiburan. "Selama ini (rental) Rp 3.000 per jam, kalau bisa Rp 1.000 per jam sangat senang sekali," ujar Abdul, pengguna internet.

Namun, penyelenggara jasa internet mengaku tak bisa serta merta menurunkan tarif. Tingginya akses konten luar negeri dibandingkan lokal dituding sebagai salah satu penyebab. "Mengonsumsi konten-konten luar negeri itu artinya kita seperti membangun jalan untuk mengambil konten itu di luar negeri," jelas Indar Atmanto, Direktur Utama PT Indosat M2. "Jalan yang lebih jauh tentu biayanya semakin tinggi. Jadi penting sekali menyediakan akses dan itu membutuhkan biaya."

Pada 2008, tercatat sekitar 25 juta pengguna internet di Indonesia. Angka itu berarti baru 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sebuah ceruk pasar yang menggiurkan. Apalagi, dengan tawaran semakin murahnya tarif tentunya tanpa mengabaikan kualitas layanan.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

Tidak ada komentar: