Jumat, 22 Mei 2009

Ekosistem Perairan

Ikan Air Tawar Yang Sering Terpancing Di Sungai, Rawa & Danau (2)

Di edisi sebelumnya (edisi 78) penulis membahas sosok ikan yang menjadi target pemancing, di edisi kali ini kembali penulis melanjutkannya :satwa air 79

II. IKAN KOSMOPOLIT

Ikan kosmopolit, ikan yang keberadaannya melimpah di hampir semua tipe habitat perairan sehingga ada dimana-mana. Lawannya adalah ikan endemit, ikan yang ada pada daerah tertentu, misalnya rainbow Irian (iriantherina werneri) hanya ada di Papua, tidak ada di tempat lain atau wader buta (puntius microps) hanya ada di sungai bergua-gua di Sungai Opak, Oyo dan Progo di Jawa Tengah dan Yogya (tapi sayang sudah punah). Berikut adalah ikan kosmopolit yang sering terpancing :

A. Ikan Gabus (Channa Striata)

· Tersebar : Jawa, Sumatera, Kalimantan dan di introduksi ke Sulawesi. Nama dearah, gabus, kutuk, deleg, bado, bace, sepungkat, haruan, bakok, pior, ruting, dan ruang. Besar maksimal 4 kg (fishbase.org).

· Biologi : Ikan permukaan, pemakan ikan, segala musim, dipancing siang malam.

· Rekor IGFA : 3 kg oleh J.F.Hellias (Perancis) di Sungai Pekree, Thailand, Februari 2001.

· Umpan : Flies, minnow, cacing, katak, jangkrik dan ikan-ikan kecil.

B. Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus)

· Tersebar : Ikan yang kosmopolit adalah lele dumbo asli Afrika Selatan tapi kosmopolit di Indonesia. Besar maksimal 60 kg (fishbase.org).

· Biologi : Ikan dasar, pemakan ikan, segala musim, dipancing siang dan malam.

· Rekor IGFA : 36 kg oleh Henni Molle (Afsel) di Sungai Orange, Afsel, 1992

· Umpan : Udang, ikan-ikan kecil dan pelet.

C. Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)

· Tersebar : Kosmopolit se Indonesia. Nama daerah nila, di Yogya disebut kakap gunung, padahal tak ada hubungan dengan kakap laut. Besar maksimal 6,5 kg.

· Biologi :Semua masa air, pemakan segala, segala musim, dipancing siang malam.

· Rekor IGFA : 6,1 kg oleh Karel Van Poryen asal Afsel di Zimbabwe, Juli 2002.

· Umpan : Cacing, pelet dan lumut.

Tidak ada komentar: